KOTA PERJUANGAN "Pahlawan" Surabaya
Kota Surabaya, seperti yang anda ketahui adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang menurut Wikipedia, merupakan kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Kalau dilihat dari besarnya, Surabaya berada pada urutan ke dua setelah jakarta. Surabaya juga merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia bagian timur.
Surabaya memiliki luas sekitar 333,063 km² dengan penduduknya berjumlah 2.813.847 jiwa (2014). Surabaya juga terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antarasura (ikan hiu) dan baya (buaya) dan akhirnya menjadi kota Surabaya.
Dari membaca diskripsi singkat mengenai kota surabaya tersebut, saya rasa masih sangat kurang untuk mewakili Kota Surabaya yang Multikultural dengan beragam budaya, serta harmonisasi kehidupannya.
Bila dinilai dari segi kenyamanan, Surabaya tergolong Kota yang Bersih, Asri, dan hijau Walaupun juga terkenal sebagai kota yang panas (saya sendiri telah 19 tahun merasakan panasnya kota surabaya). Mengenai lingkungan, beruntung surabaya memiliki Walikota yang pintar Tatakota dan cinta terhadap lingkungan. Ya Bu.Risma yang sempat dinobatkan sebagai walikota terbaik dunia. (lihat: http://www.tempo.co/read/news/2014/02/21/078556315/Risma-Terpilih-sebagai-Wali-Kota-Terbaik-Dunia). Berkat Beliau sekarang di surabaya semakin banyak Ruang Terbuka Hijau. dan bahkan Taman Bungkul menjadi Taman Terbaik Se-Asia 2013 (lihat: http://www.voaindonesia.com/content/taman-bungkul-surabaya-terbaik-se-asia-2013/1800898.html).
Mungkin barangkali Anda sempat berkunjung ke surabaya, tidak ada salahnya untuk sejenak mampir dan mengintip taman terbaik Se-Asia ini. Tempat lain yang juga menjadi Ikon surabaya adalah Jembatan Suramadu, Jembatan terpanjang se-Indonesia yang menghubungkan Surabaya Dengan Pulau madura. Jika anda berencana untuk melihat kemegahan suramadu, saya sarankan pada malam hari, karena pemandangan yang akan anda lihat disepanjang perjalanan akan lebih memanjakan anda dengan warna-warni kilau lampunya.
Selain prestasi dan keindahan surabaya tersebut, nama surabaya juga sempat tercoreng oleh kasus Kematian Hewan di Kebun Binatang Surabaya yang juga sempat menjadi berita internasional. Selain itu, masa lalu Surabaya juga menjadikan nama surabaya menjadi buruk. Mungkin Tak Asing ditelinga anda ketika mendengar kata "Dolly" bahkan tempat ini menjadi Tempat Lokalisasi Terbesar Se-Asia Tenggara. Kenapa saya sebut masa lalu? ya, karena sekarang, Pemerintah Kota Surabaya Telah melakukan penutupan lokalisasi-lokalisasi tersebut. walaupun belum optimal, tetapi setidaknya dapat mengurangi secara drastis jumlah lokalisasi-lokalisasi di surabaya.
Hal ini juga merupakan hasil perjuangan Bu.Risma yang bahkan Rela Mati Untuk Penutupan Lokalisasi (lihat: http://microsite.metrotvnews.com/metronews/read/2013/11/29/6/198077/Tri-Rismaharini-Rela-Mati-Demi-Tutup-Lokalisasi).
Mengenai Budaya, menurut website resmi kota surabaya http://www.surabaya.go.id
Surabaya merupakan kota multi etnis yang kaya akan budaya. Beragam etnis bermigrasi ke Surabaya. Sebut saja etnis Melayu, China, India, Arab dan Eropa sementara etnis Nusantara sendiri antara Lain Madura, Sunda, Batak, Kalimantan, Bali, Sulawesi datang dan menetap, hidup bersama serta membaur dengan penduduk asli membentuk pluralisme budaya yang kemudian menjadi ciri khas kota Surabaya. Budaya Surabaya yang terkenal antara lain Undukan Doro, Musik Patrol dan Manten Pegon. Salah satu upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk melestarikan budaya kota Surabaya adalah dengan pemilihan Cak dan Ning Surabaya, yaitu duta budaya kota Surabaya. |
Mungkin Penjelasan budaya dari website resmi kota surabaya tersebut sudah cukup mewakili. Terutama mengenai sikap pergaulan Warga Surabaya. Memang banyak warga surabaya yang logat bicaranya menggunakan bahasa jawa yang cukup kasar bahkan memiliki ciri khas yang lebih dikenal dengan sebutan Bahasa Suroboyoan. Gaya bicara warga surabaya cenderung ceplas-ceplos dan kurang diplomatis. Tetapi hampir seluruh warga surabaya dan juga mungkin warga luar surabaya sudah dapat memahami karakteristik warga surabaya, sehingga tidak merasa tersinggung ketika berkomunikasi dengan warga surabaya.


0 comments: